Cara MENGATUR EQUALIZER MICROPHONE AGAR TERDENGAR LEBIH MENGGELEGAR

Gambar
Kontributor: Fahri Algifari Editor: Chito Laksilf Assalamualaikum Hello sobat BMT Pernahkah sobat merasa kurang puas dengan apa yang dihasilkan microphone yang sobat punya? Atau, sobat ingin menambah/mengurangi bass atau treble microphone yang sobat gunakan? Jika demikian, sobat sudah tepat berkunjung ke website dan tulisan ini. :) :) Dalam tulisan ini penulis menggunakan software voicemeeter pada operating system windows. Penulis asumsikan Sobat BMT sudah mengkonfigurasi input dan output serta settingan keseluruhan pada voicemeeter. Jika sudah di konfigurasi, mari kita beranjak ke inti tulisan. Note: Ikuti step by step tulisan ini agar tidak terjadi kesalahfahaman; Di sini penulis menggunakan screenReader NVDA. Jika Sobat BMT menggunakan screenReader selain NVDA, sesuaikan dengan screenReader yang sobat gunakan; Menurut yang pernah penulis coba, berhasil di windows 10/11 versi 21H1 dan yang lebih baru; Untuk windows versi sebelum 21H1, penulis belum bisa memasti

Typora, Accessible

Penulis: Prima Agus Setiyawan Editor: Chito Laksilf

Sobat BMT, masih ingat dengan tulisan pertama saya tentang Mark down? Setelah sekian lama tidak memposting tulisan karena ada kesibukan di dunia nyata, kini saya berbagi pengetahuan yang tidak jauh dari postingan pertama saya, yakni Markdown.
Tanggal 14 Agustus 2020 lalu, tulisan pertama saya berjudul: Penjelasan Tentang Markdown (Versi Tunanetra). Dari tulisan pertama ini, ada satu poin yang jadi sorotan, yaitu aplikasi Markdown Editor.
Dari semua aplikasi yang disebutkan, ada satu aplikasi yang harus Sobat BMT eksplor, yaitu Typora.

Typora salah satu dari semua aplikasi Markdown Editor yang cukup aksesibel untuk difabel netra (PDSN). Selain sebagai Markdown Editor, aplikasi satu ini menjadi aplikasi alternatif pengolah kata seperti Microsoft Office Word yang sering digunakan oleh sejuta umat di dunia.
Banyak alasan yang membuat aplikasi ini populer di kalangan blogger pemula/profesional, penulis buku, penulis esai, penulis puisi, sampai penulis artikel ringan di berbagai situs online. Diantaranya:

  • Tampilan sederhana;
  • Tidak lama dalam membuka aplikasi;
  • Bisa menulis dengan Markdown melalui menu sumber kode;
  • Aksesibel untuk semua kalangan, termasuk PDSN;
  • Tema bisa diubah-ubah;
  • Fokus pada konten;
  • Mudah dalam penggunaan.

sebagai pengguna baru, saya mencoba Typora sejak Bulan April 2021 untuk keperluan eksplorasi, dan untuk menulis naskah yang dimuat dalam majalah Brosur Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Edisi 60 tahun 1442 Hijriyah yang terbit setahun sekali (jelang Hari Raya Idul Fitri).
Saya tidak mengeksplor keseluruhan, karena kejar dateline. Dalam sepekan, saya menggunakan trik lama, yaitu menggunakan Notepad sebagai alat dalam menulis konsep naskah berformat Markdown, kemudian hasil tulisan tersebut dikopi/tempel di aplikasi Typora.

itu tadi sedikit cerita pengalaman pertama saya mengeksplor Typora. Selanjutnya, saya jelaskan sedikit. Secara umum, aplikasi Typora termasuk aplikasi Markdown Editor, dan termasuk aplikasi pengolah kata.
Perbedaan yang mencolok antara Typora dengan Microsoft Office Word terletak pada penggunaan fitur seperti Layout, tabel, penyisipan, catatan kaki, catatan badan, diagram, dan fitur yang tidak bisa disebut satu-persatu.
Para penulis, khususnya penulis dari kalangan nondifabel memakai Typora dalam aktifitas menulis mereka. Satu contoh nondifabel yang saya apresiasi tulisannya, yaitu Meutia Rahmah. Sobat BMT bisa membuka tulisan beliau di Artikel berikut

Pertanyaan Umum Penggunaan Typora

Apakah Typora ini aksesibel untuk PDSN?
Typora cukup aksesibel untuk semua orang, termasuk difabel netra (PDSN). Semua menu dibaca pembaca layar baik JAWS dan NVDA di Windows, ORCA pada LinuxOS, dan VoiceOver pada OSX (MacOS). Tampilan Typora sendiri menyerupai tampilan situs yang kosong. Untuk mengisi headings, tebal, miring, daftar bernomor/tidak bernomor, serta tidak ketinggalan YALM, konten tabel, dan lain-lain yang bisa Sobat BMT baca di Markdown Reference di menu Help (Alt+H).

Apakah semua menu di Typora itu seperti menu Ribbon di aplikasi Microsoft Office Word?
Semua menu dalam Typora ini berbentuk menu bar. Saya asumsikan InfiFriends sudah memasang Typora, lalu membukanya melalui Desktop. Setelah jendela Typora terbuka, tekan alt, dan jelajahi semua menu dengan menekan keempat tombol panah pada papan ketik. Ingat, semua menu dalam Typora seperti file, edit, paragraph, view, themes, dan help yang bisa Sobat BMT eksplor sendiri di komputernya masing-masing.

Apakah Typora ini dipasang di semua sistem operasi?
Tidak semua sistem operasi dipasang Typora, hanya 3 sistem operasi yang didukung seperti Linux, Windows, dan OSX.
catatan:

Buat pengguna MAC (OSX), Typora masih versi Beta.

Pertanyaan terakhir. Selain file berekstensi .md atau .markdown, adakah ekstensi lain seperti .pdf, .docx, .doc, dan lain-lain?
File dalam Typora bisa disimpan dalam bentuk file berekstensi .md atau .markdown. Kita bisa juga menyimpan file dokumen yang kita tulus/ketik di Typora ke format lain, yakni dengan menu ekspor submenu (Alt+F+E).
Ekstensi yang didukung seperti .pdf, .docx, .doc, dll. Kira-kira ada 13 ekstensi file selain .md pada Typora. Ekspor ekstensi bawaan Typora hanya .pdf, kalau Sobat BMT ingin mengekspor selain .pdf, Sobat BMT wajib pasang Pandoc di komputer Sobat BMT.

Ngomong-ngomong, Pandoc adalah aplikasi penyunting teks dan aplikasi ini bisa menyimpan berbagai ekstensi file dokumen yang didukung. Sayangnya, tampilan aplikasi Pandoc ini seperti tampilan Command Promp atau CMD pada Windows. Hanya programmer kelas tinggi yang bisa menggunakan aplikasi ini.
Aplikasi Pandoc juga menjadi aplikasi pelengkap yang direkomendasikan Typora dalam ekspor/impor file dokumen. Sobat BMT disarankan memasang aplikasi Pandoc agar proses ekspor/impor di Typora bisa maksimal.
Tambahan, sistem operasi yang mendukung Pandoc, yakni Linux dan Windows. Untuk OSX (MacOS), ada aplikasi tersendiri yang mendukung Typora dalam ekspor/impor file dokumen.

Komentar